Minggu, 21 November 2021

Bukan Geez & Ann

    10.51 pm i was whatching Geez & Ann film. Suka sih sama filmnya tapi tidak untuk ceritanya dalam dunia nyata. Gak mau kayak gitu. 

    Tapi balik lagi, cinta itu soal mengikhlaskan. Gua gak mau egois mengorbankan perasaan orang yang gua sayang gak bahagia. Kalau dengan orang lain dia lebih bahagia, ya gua ikhlas. Gua gak mau berurusan sama ego. gua udah belajar ikhlas kok, walaupun belum sepenuhnya tersembuhkan. Soalnya gimana yaa, haah ribet yah gadak teori pasti soal urusan hati. Ya hingga saat ini gua selalu berharap yang terbaik untuk dia dan gua. 

    Selama ini gua sadar bahwa gua yang salah, dan hal itu gakan terulang kembali, baik memory nya ataupun lainnya. Cukup untuk dikenang dan diambil pelajaran. Bahkan untuk bertemu, aku tidak akan memberi kesempatan pada diriku untuk menyakiti hati sendiri. Jadi gimana pun keadaannya, aku katakan tidak. Tidak ada yang harus dijelaskan, tidak ada hal buruk yang akan terulang kembali. We just  friend but sorry i don't wanna meet with you again, more for ever. Tidak akan pernah. I promise to myself.

    Satu hal yang sudah terjadi, kamu pernah menjadi sebuah kisah dalam hidupku. Jika menurutmu itu pilihan terbaik. Apapun jika bersamanya membuatmu jauh lebih baik. Maka apapun itu aku akan mendukung. Seperti saat pertama kali kau menanyakan pendapat kepadaku. Aku akan selalu mendukung walaupun kau tidak tau. Terimakasih untuk segalanya. I miss u.

Kamis, 18 November 2021

Support Untuk Diri


Setiap kisah ada masanya ia akan sirna seiring berjalannya waktu.


    Ya rabb mudahkanlah urusanku, baik itu yang berhubungan dengan dunia maupun akhirat. Semangat ngerjain skripsinya ayok, rajin, aku pasti bisa. Ya Allah mudahin risetnyaa, penelitiannya. Allah itu maha kaya dan tidak fakir. Allah maha pengasih, siapapun ia kasihi. Jadi, aku gak boleh khawatir, semangat yaaa. Kamu pasti bisa. Jangan lupa apa-apa tuh awali dengan membaca bismillah.
 
   Oh ya belajar untuk jadi pribadi yang lebih ramah, dermawan, udah gausah peduliin orang lain deh. Apapun itu jika mereka mengejek, atau menurunkan semangatmu, gausah dengerin. jadi orang yang lebih positif yuk.

Rabu, 17 November 2021

PERFECT BEST FRIEND EVER



    Tepat pada hari Rabu 17 November 2021. The shalihah yang beranggotakan enam orang. Empat diantaranya melaksanakan yudisium di hotel MIYANA, Kota Medan. Tepat pada waktu ba'da dzuhur, aku telah mempersiapkan diriku untuk menghadiri acara yudisium itu. Yah, perasaan senang, sedih, dan uhmm ntahlah ada beberapa perasaan yang hanya bisa dirasakan tak terucap. 

  Empat semester kami lalui bersama, saat itu belum ada tuh pandemi corona. Hingga memasuki semester lima pembagian konsentrasi, kami terpisah dan tidak lagi sekelas. Ayu, Masdiana, Fitri, Nina mereka masuk kelas jurnalistik-4, Hikmah jurnalistik-2, dan aku jurnalistik-3. Awal semester enam kami kembali dipisahkan, pembelajaran online dimulai, tak ada lagi perkuliahan tatap muka akibat pandemi yang semakin meradang di berbagai belahan dunia tak terkecuali Indonesia wkwk. Intensitas pertemuan kami juga semakin kecil, hanya beberapa kali bertemu, dengan waktu yang semakin tak menentu. 
    
    Hal yang aku suka dari mereka yaitu sikap peduli dan ketidaktoxic-annya dalam berteman. Hanya ada aura positif. Mereka berempat yang paling rajin dan ambis, jadi wajar wisuda lebih dulu wkwk. Tapi aku juga harus semangat dan harus bisa membasmi rasa malas ini. Ya rabb bantu aku dong. Aku benar-benar bersyukur deh di dekatkan dan bisa pertemukan dengan kalian.

    Apakah akan sama rasanya jika suatu saat aku mendapatkan teman seperti kalian. tentu saja setiap orang punya ciri dan rasa yang berbeda, tak ada yang sama, kenangannyapun berbeda. I'm so glad to have you all. 

    Masa akan terus silih berganti, kita akan bersosialisasi kembali dengan banyak orang dan memungkinkan hubungan pertemanan juga akan semakin meluas. Jika suatu saat kita tak lagi bisa saling mengirim kabar, ya tidak mengapa. Bisa saling memahami bahwa kelak kita akan menjalani hidup masing-masing. Tidak harus mengirim kabar sesering itu, setahun sekali saat moment tertentu juga tak mengapa.

    Aku berharap suatu saat dimana mungkin kondisinya tak sama seperti sekarang ini, akan ada kesempatan lain bagi kita untuk bertemu kembali. Ntah kapan, yang pasti aku sangat menantikan waktu itu. Sampai jumpa kembali The Shalihah.
    

Sabtu, 13 November 2021

Perfect Future


   Cerita masa lampau, dulu waktu gua kelas 3 Mts atau awal-awal SMK gitu, sempat kepikiran untuk pesantren tapi yang alurnya tuh bisa keluar negeri. Jadi gua tuh ada di dalam suatu organisasi yang sebenernya bisa buat wujud kan impian masa kecil gua itu. 

    Pada masa itu bener-bener excited buat cari informasi luar, sampe pada akhirnya gua nemu tuh akun youtube, antusiasnya makin parah, semangat yang menggebu lah pokoknya wkwk.

    Sekarang nih, emang bener lagi nyantren tapi pesantren biasa, dan gua udah gak berharap buat jadi tenaga pengajar atau mondok belajar qur'an lagi, mengingat umur yang udah enggak lagi muda. Paling gak gua bisalah kesana walau sekedar hanya berkunjung melihat keadaan jamaah disana. Perasaan gua gak pernah berubah dan tetap se-exited itu. Ga tau juga rezeki apa yang nantinya akan membawa gua kesana. Yang pasti pikiran positif ini terus menghantui otak gua untuk ngerespon bahwa gua pasti bisa wujudkan impian itu.

    Saat ini usia udah nginjak kepala dua, tepatnya usia 22 tahun. Yang udah punya banyak tuntutan. Kayak tuntutan nikah, kerja, ngebahagiain ortu. Sampe gua tuh pernah kesindir sama salah satu akun di media sosial tentang orang tua. Isi dari konten itu , sebenernya kalau kita memang niat untuk ngebahagiain dan mencari ridho nya orang tua gak mesti nunggu mapan, karena kita gak tau kapan kita mapan dan lagi kita gak tau batas usia yang dikasih Allah itu ke kita itu sampe kapan. Jadi apapun itu, sesederhana apa pun yang lo perbuat kalau itu adalah hal yang di butuhin orang tua lo dan hal itu membuat mereka seseng itu lebih penting sih. Cara ngebahagiain orang tua tuh kayak gitu.

    Target gua nikah sih 25 atu 26, soalnya sempet liat postingan kalau di negara selain negara Indonesia alias luar negeri itu kalau nikah di usia bawah 30 atau diatas 25 hal yang sangat wajar, nikah di usia matang. Dan hal itulah yang ngebuka pikiran gua. 

    Harapan saat ini Insyaalah pengen wisuda dulu deh, jangan bayar uang kuliah lagi kalo bisa. itu yang pertama. Kedua, pergi tes, semoga lancar bismillah, kemudian kalau di qodar lulus dan dapat tugasan, ya bakal tugasan kemudian gua pasrah gimana gak tau lagi. Inshaallah ku percayakan segalanya ke Allah gimana baiknya. 

    Bicara tentang nikah, gua tau secara fisik punya banyak kekurangan, Selalu minder kalau dekat sama lawan jenis dan selalu merasa enggak pantes buat dimiliki gitu. Pokoknya urusan jodoh 100% udah pasrah nyerahin ke Allah, Insyaallah udah iklas aja kalau semisal ada seseorang yang bisa nerima gua dan mau diajak membangun rumah tangga yang tujuan utamanya surga. 


Minggu, 07 November 2021

KELAK


    "Alhamdulillah" seraya menghembuskan nafas lega. Kini aku telah usai dengan urusanku. Bucket list perjalanan yang telah lama ku tulis seperti berseru memanggil tanpa sabar. Ada satu Negara yang telah lama menarik perhatianku. Negara yang dulu pernah berjaya namun kini tak lagi berdaya. Rasa ingin menguak jejak-jejak Islam ratusan lalu yg nyaris hilang ntah kemana semakin besar dan tak terelakkan. Negara yang merupakan jalan utama masuknya peradaban Islam sekaligus awal dari perjalananku esok.

    Surat-surat telah lengkap dan segala persiapan telah siap terkendali. Menjadi seorang traveler adalah mimpi yang tak nyata dulu. Sekarang, aku percaya pada takdir tuhan, bahwa tidak ada yang mustahil dan segala hal mudah baginya. Mengolah pikiran negatif menjadi positif itu penting untuk kesehatan mental. 

    Masa muda jangan di habiskan untuk memikirkan hal yang tak seharusnya di pikirkan. Soal asmara, aku pernah patah akan hal itu, butuh berbulan-bulan lamanya untuk benar-benar menyembuhkan hati. Berbagai cara aku lakukan, mulai healing kabur dari pondok pesantren menuju rumah teman lalu menyiksa diri sendiri dengan banyak mengkonsumsi makanan yang gak sehat, dengan kuantitas berlebih. Segala hal aku lampiaskan pada makanan.

    Sampai tiba dimana aku lelah dan akhirnya menemukan jalan untuk pulang. Aku turahkan segala keluh ku pada-NYA. Hingga tiba dimana aku menemukan banyak keajaiban dan menjadi diriku dengan versi terbaru. Tak ada rasa sakit, yang ada hanyalah ketenangan hati. Aku harap terus merasakan perasaan yang tenang seperti ini. 

Hingga tiba saatnya di dalam perjalan panjangku, aku menemukanmu, atau engkau yang menemukanku. Aku harap takdir berpihak baik. Saat ini, biarlah aku menentukan dan menempuh jalanku sendiri tanpamu. Seseorang yang aku belum tau dimana keberadaannya, seseorang yang kelak tertakdir untukku, seseorang yang tertulis namanya di laukhil mahfudz. Aku harap engkaulah pilihan terbaik yang di kirim pencipta kepadaku. See you soon my future.

    



JUDGEMENT


   Terkadang orang menilai berdasarkan secuil hal yang mereka tak sengaja liat. Padahal mereka sendiri tidak mengetahui dan tidak pernah hidup dengan kita. Mereka hanya bisa mengomentari kehidupan orang lain yang dia pikir enaknya doang tanpa tau jatuh bangun dari orang yang ia judgement. Miris yah. Kenapa sih orang-orang itu suka julid, mungkin hidupnya kurang indah, sehingga melihat kehidupan orang lain iri wkwkw. Yaudah deh, kalu terus dipikir yang ada pikiran kita jadi gak sehat dan negatif thingking, jadi ikutan pemikirannya enggak bagus.

Senin, 01 November 2021

PRASANGKA


    Aku kira berbeda, ternyata masih saja sama. Sang bocah kesepian. Bukannya menjelekkan apa yang telah di takdirkan oleh tuhan. Sebab aku juga manusia  dengan kekurangan. Apa dia gak malu, terlalu banyak caper sana-sini, kayak bocah udah wkwwk. Aku malu sama apa yang aku lakuin dulu, ya allah alay, gak banget deh.
    I always believe that kamu pasti berubah menjadi yang lebih baik lagi. aku kasian aja sama dia yang lagi mondok, terus kelakuankamu caper sana-sini. Yah selektif yang susah dijelaskan dengan kata-kata. gak sadar ya punya kakak, kamu mau kakak kamu diperlakuin kayak gitu sama orang lain.
    Saat ini aku bener-bener udah deh gak lagi. Tidak ada kisah cinta sebelum pernikahan, yang ada kisah zina kalo itu mah. beda ya sama kisah cinta para nabi dan para sahabat.
    Selamat bahagia untuk semua orang, semoga lekas sembuh ya sakit hatinya. Nobuaya again in your live. You can find someone better than para buaya yg telah nyakitin kamu.



Perjalanan Mencari Inspirasi

     Sore ini ke Terminal Pulo Gebang lagi dengan tujuan Ngawi. Di tengah kesibukan dan keriuhan kota, aku minta libur dadakan (kayak tahu b...