Minggu, 31 Oktober 2021

KESABARAN


     Biarkan aku merasa cukup atas segala hal yang ada pada diriku sekarang, rasa syukur yang tak terhingga, rasa sabar yang tak terbatas. Pandai mengambil hikmah dari setiap kejadian atau masalah yang sedang aku hadapi sekarang.

    Mungkin rasa sedih yang aku alami sekarang, imbas dari dosa yang telah aku lakuin. Belajar dari kesalahan. Dan menerima keadaan tanpa membenci kenyataan.

    Sedang menunggu saat dimana ketika bertemu denganmu hati ini sudah merasa biasa saja. No more chattingan gak jelas. No more jumpa. Pokoknya segala hal yang berurusan denganmu aku sudah tak mau menanggapi.

    Makasih atas kebaikan dan kenangan bersamamu selama ini. Takkan aku ulangi kesalahan yang sama In Sya Allah. Aku ingin memperbaiki hubungan dengan Allah yang selama ini terputus.

    Aku juga berterimakasih pada Allah yang masih mengigatkan padaku bahwa yang selama ini aku lakukan adalah pernuatan yang gak seharusnya di kerjakan oleh salah satu murid pesantren.

    Bersyukur deh di jauhin. Seseorang kan datang padaku, ku harap kau yang adalah seseorang dengan cinta kasih yang tulus, sesesorang yang bertanggung jawab, dah tau apa kewajibannya sebagai seorang laki-laki, pemimpin rumah tangga, seorang abang, anak. Ku menunggu mu wahai seseorang yang telah Allah catat di lauhil mahfudz..

Kamis, 28 Oktober 2021

SURAT DARI MASA LALU


    Hai, kamu yang adalah aku di masa depan. Pastikan bahwa kamu yang sekarang ini jauh lebih baik yah. Cukup aku masa lalumu yang pernah di patahkan oleh rasa. Gimana kamu yang saat ini?. Sudah lebih baik kan?, syukurlah, selamat yah kamu hebat.

    Aku menulis ini untuk kamu yang adalah aku di masa depan. Saat itu usiamu 22 tahun wajar jika mengalami sakit hati.

    Jika mencintai sewajarnya saja, jangan berikan perasaanmu sepenuhnya. Jadi jika tersakiti kamu tidak sefrustasi seperti saat yang lalu.

    Cerita singkat tentangmu kala itu, bukan berusaha untuk mengingatkan kembali kepadamu tentang dirinya, hanya saja untuk mengenang bahwa kamu pernah sebodoh itu. Dan tau, bahwa banyak lelaki diluar sana tidak peka dan menyakiti.

    "Sampai kapanpun, tak peduli bagaimana, apa, dimana, sedang bersama siapa. Jika aku sudah berkomitmen untuk menjaga hati agar tak sakit, maka semua hal tentang dia, aku sudah tak ambil pusing. Tidak tau berapa lama perasaan sakit ini akan berlalu. Aku menyudahi dan mengikhlaskan. Liatlah dia baik-baik saja bersama yang lain wkwk. Kamu berhasil menjadi badutnya kala itu.

    Ya allah semoga kelak jika jodohku datang lebih dulu, jodohkanlah aku pada seseorang yang kami bisa saling memahami satu sama lain, bisa saling menerima kekurangan pasangan, lelaki yang sholih, dermawan, yang bertanggung jawab menafkahi dan tau kewajiban yang harus dipenuhi terhadap istri. Begitupun aku, jadikanlah aku wanita yang sholihah, taat pada suami, memenuhi kewajiban seorang suami. Saling merasa beruntung memiliki satu sama lain.

    Namun, jika kematian lebih dulu menghampiriku. Matikanlah aku dalam keadaan baik. Aku tau amalanku tak pantas menjadi ahli surga, namun aku juga tau aku tak sanggup jika harus berhadapan dengan api neraka. Ya Allah Ya ghofur, zat yang maha mengampuni, aku mohon ampunilah aku atas dosa-dosa yang aku perbuat di masa lampau, kini, ataupun yang akan datang, berikanlah dan tuntunlah aku dalam hidayahmu ya Rabb. 

    Jadikanlah cintaku bertaut terhadapmu, jangan cintakan aku pada seseorang yang tak mencintaimu Rabbi. 

    Sembuhkanlah hatiku dari rasa sakit, kecewa terhadap makhluk, semua akan baik-baik saja jika kau mencoba untuk mendekatkan dirimu kepada Allah.

    Ketenangan hati yang ku dapatkan ketika aku berusaha untuk mendekatkan diriku kepadamu. Jadi tak akan ku persilahkan lagi lelaki jenis buaya, aligator, masuk dalam hatiku lewat jalan manapun. Sudah cukup sampai saat ini.

    SEMANGAT, KAMU HEBAT, LUAR BIASA

Selasa, 26 Oktober 2021

BE SMART PEOPLE "Jangan Mau Jadi Bodoh!"


     Ternyata apa yang selama ini terlihat baik belum tentu baik dan yang terlihat buruk belum tentu buruk. Aku bersyukur pada apa yang aku lihat. Diperlihatkan oleh apa yang selama ini aku gelisahkan, kini perasaanku jauh lebih baik dari sebelumnya. 

   Aku berusaha untuk mendekatkan diri sama Allah, sampai pada akhirnya, apa yang selama ini membuatku patah, gelisah, gundah sudah tidak ada. Udah kayak "iniloh yang selama ini kamu suka, gimana, udah tau kan, masih suka?" wkwkw. Allah itu emang pencemburu yah. Dia gak mau perasaan suka kita terhadap makhluk ciptaannya lebih besar ketimbang perasaan terhadapnya. Gapapa deh. Ya Allah makasih udah nunjukin sesuatu yang sangat penting. Mungkin kini perasaanku udah lega.

    Masa skripsi dalam keadaan tenang, udah deh fokus sama skripsian. Jodoh mah  udah ada yang ngatur, jangan terlalu di pikir. Jika sudah saatnya, minta lagi sama Allah. Insya Allah akan di permudah kok. Apapun masalahmu, keluh kesahmu, permintaanmu, serahkan aja sama Allah, semua akan selesai jika kamu melibatkan Allah disegala urusanmu. 

    Satu hal yang gak aku suka, datang ketika emang benar-benar butuh sama Allah. Tiba-tiba ibadahnya di lempengin. Giliran sedih aja kayak gitu. Ya Allah beri aku keistiqomahan dalam beribadah baik ketika dalam keadaan sempit atau longgar, sedih atau bahagia. Berilah kemudahan dalam memperbaiki hubungan terhadap manusia juga.

    Mau deh jadi hamba yang baik di mata Allah, teman baik di mata teman yang lain, dan baik di mata orang-orang.

        Gak lagi deh mengulang kesalahan yang sama. semoga di beri hidayah dan pencerahan. Ya Allah jodohkanlah aku pada orang yang paham akan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.yang sayang keluarganya, keluargaku. Bisa jadi pemimpin dan bisa mengayomi, perhatian satu sama lain, saling mengerti, good looking, good atitude wkwkw.

    Makasih untuk teman-teman yang senantiasa membaca tilisan ini. Semoga kalian sehat selalu, dan terus dalam lindungan-Nya. Aamiin.

Kamis, 21 Oktober 2021

SEMUA MENJADI MUDAH JIKA...


    Salah menempatkan rasa. Banyak ngebaca postingan sosial media bisa mencuci otak alias merubah cara pandang kita terhadap satu masalah. Aku sering baca tuh, kalimatnya gini "butuh kamu sebagai support sistem selama ngerjain tugas, ngerjain skripsi" terlalu sering baca itu, aku pikir aku membutuhkannya juga sebagai motivasi diri. Tapi ternyata salah, yang aku butuhkan selama ini adalah kasih sayang dari orang tua, rang-orang terdekat sehingga aku gak nyari kasih sayang yang lainnya. Jadi, fokus sama orang tua aja gitu. Menurut ku sih itu udah cukup, tepatnya ngerasa cukup gitu. 

    Banyak hal lebih mudah untuk dikerjakan ketika hubungan dengan orang tua terjalin  dengan baik. Mengejar ridho Orang tua supaya Allah juga ridho sama apa yang kita kerjakan. 
    Cara mendapatkan ridho dari orang tua itu gimana sih, ini cara aku sih, kalian boleh terapin kalau mau hehe.
~ Buat mereka tersenyum;
~ Apapun yang dikatakan orang tua, kalau gak suka jangan dibantah, terkadang mereka hanya butuh di dengarkan perkataannya;
~ Sesuaikan dengan siapa kita bicara, beda ketika berbicara dengan teman, beda pula cara berbicara dengan orang tua;
~ kalau orang tua perintah kebaikan, yaudah to'at aja;
~ Pokoknya lakuin apa aja yang buat orang tua seneng, ketika ada kita ataupun tidak ada kita di sampingnya;
~ Banyak minta doa sama orang tua terutama Ibu sih.

    Makasih telah berkunjung, semoga postingan ini memberi manfaat, aamiin. Enjoy your day.

Rabu, 20 Oktober 2021

Pacaran halal?

Pacaran Halal

         Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh. Balik lagi nih jo. Lagi mood bahas soal hubungan yang halal nih.

        Kata siapa kita ga boleh pacaran? Boleh kok, asal udah halal. Maksudnya tuh udah nikah dan sah secara hukum. Untuk para jofisah alias jomblo-jomblo fi sabilillah, yang sabar yah. Percaya deh bahwa akan ada hal baik sebab perbuatan baik yang kamu kerjakan sekarang. ingat, innallaha ma'ashobirin.

     Manusiawi kok kalau kita suka sama lawan jenis. Perasaan cinta itukan anugerah. Yang salah itu kalau kita gak bisa menguasai hawa nafsu untuk berbuat lebih terhadap apa yang kita suka. Pacaran sebelum ada ikatan yang halal maksudnya. 

       Mau cerita dikit dong. Kalau untuk ku pribadi nih, liat dia seneng aja udah seneng kok hehe. Apalagi liat si dia yang punya banyak penggemar. Tapi balik lagi gak bisa apa-apa. Maksudnya tuh, kita bisa aja cari cara buat ngehubungin dia, cari akun sosial medianya, terus lanjut nyapa, chattingan. Tapi enggak deh, gak mau kayak gitu. Takutnya Allah cemburu sama kamu terus aku makin dijauhin sama kamu. Dan nyatanya bener, Allah ngejauhin. Kali kedua ngerasain hal ini. Jadi udah deh diam jauh lebih baik. Aku tau kamu selalu dalam lindungan Allah, soalnya kamu baik. Baik dimataku belum tentu baik di mata Allah sih. Apa yang baik menurutku belum tentu baik dimata Allah.

        Semakin kesini, semakin selektif. Kalo serius, yaudah gih bawa orang tuamu kerumah. Udah males ngehabisin waktu untuk hal yang dirasa gak guna. Semoga kalian paham dan tetap positif baca blog ini ya jo hehe. 

        Mencintai dalam diam, rasa senang dan susahnya yaa hanya kita yang tau. Tapi, itu jauh lebih baik untuk kita kan. Secara gak langsung kita udah berusaha jauh dari perbuatan dzolim terhadap diri sendiri dan orang yang kita suka. Coba deh cari kesibukan atau lakuin hal yang kamu suka, biar hatimu gak kedistract terus sama dia. 

 


Perjalanan Mencari Inspirasi

     Sore ini ke Terminal Pulo Gebang lagi dengan tujuan Ngawi. Di tengah kesibukan dan keriuhan kota, aku minta libur dadakan (kayak tahu b...