Flash back beberapa tahun silam. Terminal Bungurasih, Surabaya. Aku dan Indah, teman sekelas saat kuliah dulu yg kebetulan tinggal di Surabaya. Kami berencana memutuskan untuk liburan. Sampailan kami di terminal. Bus yg telah ku booking online ternyata berbeda dengan yang aku pesan saat itu. Bukan hanya kami, tapi penumpang lain juga alami hal yang sama. Orang-orang gelisah dan komplain ke petugas "kenapa bus kami beda, bukan iniloh yang kami pesan, kek mana nya gak jelas kali orang ini" Anggap saja begitu kalimatnya, pahamlah. Kenapa hal seperti ini terjadi? Engga paham. Akhirnya kami pasrah dengan menerima fasilitas bus sederhana berbeda dengan yang kami pesan dan tanpa kompensasi apapun. Kami masuk ke dalam bus dan menyadari satu hal. "Eh kak/bang, orang Medan juga kelen ya wkwkwkw" Ternyata sebagian penumpang bis orang Medan dengan tujuan sama, BALI.
Rest Area.... Sholat, makan, atau apapun, BEBAS TERBATAS. Makan bersama penumpang bus yang hanya kita temui sekali dalam perjalanan. Makan sambil ngobrol dengan sesama orang Indonesia yang hendak singgah sebentar ke Bali beberapa hari. Bertemulah kami dengan Ibu dan Bapak paruh baya dengan tujuan pulang ke Melbourne. Berangkat dengan pesawat dari Bandara Ngurah Rai. Ya, mereka Permanen Residance (PR) yang menetap disana. Punya bisnis kost dengan bayaran 2 minggu sekali. Kataku sih wah banget. Dari WHV hingga PR itu butuh perjuangan yang ga instan tentunya.
Okay, balik ke dalam bus. Percakapan terus berlangsung, hingga ada kesepakatan. "Boleh minta tolong pesan kan taxi online mba?". Dengan senang hati, "Oh, iya. Boleh bu". Sampailah kami di Bali, pesan taxi online tujuan penginapan masing-masing. "Mba taxi nya pesan ke tujuan Mba dulu, setelah itu pesankan untuk ibu ya". 4 orang dengan 2 tujuan berbeda. Malam itu, kami dapat subsidi tumpangan gratis, hehe. "Terima kasih bu, udah dibayarin". Bentuk perhatian Allah yang kita ga pernah terbayang akan hal ini sebelumnya. Suasana tengah malam sampai di Bali dan bertemu orang baik. Terjaga dan dapat rezeki tak terduga. Romantis kan Allah itu.