Biarkan aku merasa cukup atas segala hal yang ada pada diriku sekarang, rasa syukur yang tak terhingga, rasa sabar yang tak terbatas. Pandai mengambil hikmah dari setiap kejadian atau masalah yang sedang aku hadapi sekarang.
Mungkin rasa sedih yang aku alami sekarang, imbas dari dosa yang telah aku lakuin. Belajar dari kesalahan. Dan menerima keadaan tanpa membenci kenyataan.
Sedang menunggu saat dimana ketika bertemu denganmu hati ini sudah merasa biasa saja. No more chattingan gak jelas. No more jumpa. Pokoknya segala hal yang berurusan denganmu aku sudah tak mau menanggapi.
Makasih atas kebaikan dan kenangan bersamamu selama ini. Takkan aku ulangi kesalahan yang sama In Sya Allah. Aku ingin memperbaiki hubungan dengan Allah yang selama ini terputus.
Aku juga berterimakasih pada Allah yang masih mengigatkan padaku bahwa yang selama ini aku lakukan adalah pernuatan yang gak seharusnya di kerjakan oleh salah satu murid pesantren.
Bersyukur deh di jauhin. Seseorang kan datang padaku, ku harap kau yang adalah seseorang dengan cinta kasih yang tulus, sesesorang yang bertanggung jawab, dah tau apa kewajibannya sebagai seorang laki-laki, pemimpin rumah tangga, seorang abang, anak. Ku menunggu mu wahai seseorang yang telah Allah catat di lauhil mahfudz..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar